Skip to main content

Teknik Isolasi Fragmen Tunggal Dna Pada Dna Rekombinasi

Teknik Isolasi Fragmen Tunggal DNA pada DNA Rekombinasi Teknik Isolasi Fragmen Tunggal DNA pada DNA Rekombinasi
Jurnal Penelitian Perikanan - Teknik Isolasi Fragmen Tunggal DNA pada DNA Rekombinasi - Isolasi fragmen tunggal DNA atau yang biasa dikenal dengan teknik elusi merupakan suatu teknik untuk memisahkan fragmen DNA obyek dari fragmen2 DNA yang bersifat sebagai pengotor. Proses elusi ini penting dalam suatu perlakuan rekayasa genetik, sebab fragmen-fragmen yang sudah terpisah tsb sanggup berfungsi sebagai pelacak yang dipakai untuk mendeteksi gen DNA lain, dan fragmen-fragmen DNA tersebut sanggup dicangkokkan pada fragment dna lainnya.

Diperlukan beberapa tahapan untuk mendapat fragmen DNA yang terpisah dari fragmen DNA lainnya. Tahapan ke-1: dengan memisahkan fragmen yang akan di-isolasi dari fragmen lainnya dengan cara pemotongan memakai enzim hasil PCR atau enzim restriksi, diteruskan dengan tahap elektroforesis memakai gel agarose.

Tahapan selanjutnya ialah pendeteksian fragmen yang akan diisolasi dan memotong gel agarose yang mengandung fragment tersebut. Tahapan terakhir:mengisolasi fragmen DNA dari gel agarose dengan cara melewatkannya pada membran Hybon-N netral dan memberi larutan buffer elusi yang berisi Tris-buffer dan Sodium-dodesil Sulfat.

Saat ini sudah banyak perlatan (kit) yang sanggup dipakai untuk mengisolasi DNA dari gel agarose, seperti: Gel Band Purification dan GFX PCR DNA Kit dari AmershamPharmaciaBiotech. Untuk keperluan praktikum, acara ini sanggup dilakukan isolasi DNA dari gel agarose dengan memakai metode yang relatif sederhana dan murah.

Selain itu juga sanggup dipakai perlatan kit gel agarose memakai GFX PCR DNA dan Gel Band Purification Kit dari Amersham Pharmacia Biotech. Terdapat pula produk kit brand lain yang secara mudah sanggup dipakai dalam praktek, dengan mekanisme kerja (penggunaan) yang hampir sama.

Popular posts from this blog

Ikan Tenggiri

Ikan tenggiri аdаlаh termasuk golongan ikan pelagis dan salah satu ikan berdaging putih уаng disukai оlеh masyarakat dunia, disebabkan оlеh rasa dan baunya khas.  Ikan іnі termasuk dalam marga Scomberomorus dеngаn famili Scombridae уаng јugа mаѕіh kerabat dekat dеngаn ikan tuna, ikan tongkol, ikan madidihang, dan ikan kembung. ikan ternggiri јugа dikenal рulа dеngаn nama sapnish mackerel, nаmun nama tеrѕеbut berbeda-beda dі ѕеtіар daerah.  Orang india menyebutnya ikan anjai, dі Filipina lebih dikenal dеngаn nama dillis, dan dі Thailand erat dеngаn istilah ikan thuinsi.  IKAN TENGGIRI Ikan tenggiri Mеrеkа banyak ditemukan dі perairan beriklim sedang dan tropis, sebagian besar tinggal dі ѕераnјаng pantai atau bahari lepas.  Banyak spesies dibatasi dalam rentang distribusi mеrеkа dan hidup dalam populasi уаng terpisah atau stok ikan bеrdаѕаrkаn geografi. Dі Indonesia ikan tenggiri paling banyak ditemukan dі Gorontalo.  Ukuran ikan tenggiri...

4 Hal Harus Dilakukan Untuk Pengembangan Budidaya Tambak Udang Berkelanjutan Di Indonesia

4 Hal Harus Dilakukan untuk Pengembangan Budidaya Tambak Udang Berkelanjutan di Indonesia - Indonesia yaitu negara besar dengan luas 8,7 juta km2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau, menyebar sepanjang khatulistiwa, di antara benua Asia dan Australia . Indonesia mempunyai 800.000 ha daerah potensial untuk budidaya tambak udang yang 360.000 ha di antaranya telah dikembangkan untuk perikanan budidaya . Lebih dari 30% lahan tersebut untuk budidaya tambak udang. Kendala utama ketika ini untuk budidaya udang berkelanjutan adalah: degradasi lingkungan akhir polusi internal dan eksternal, tidak efektifnya perencanaan pesisir dalam penggunaan lahan, desain teknis dan tata letak tambak udang yang buruk, dan administrasi budidaya yang tidak benar. Ancaman utama yang terbesar yaitu dengan adanya perkembangan industri yang begitu pesat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalkan beberapa persoalan tersebut. Terdapat 4 rekomendasi yang p...

Pengemasan Produk Perikanan

PENGERTIAN Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap materi pangan, supaya materi pangan baik yang belum maupun yang telah mengalami pengolahan, sanggup hingga ke tangan konsumen dengan “selamat” (secara kuantitas & kualitas). DASAR HUKUM PENGEMASAN PRODUK HASIL PERIKANAN 1.       UU No. 7 Tahun 1996 wacana Pangan 2.       UU No. 8 Tahun 1999 wacana Perlindungan Konsumen 3.       UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan dan UU No. 45 Tahun 2009 tentang: Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan 4.       UU RI No. 15 Tahun 2001 wacana Merk 5.       UU No. 14 Tahun 2001 wacana Paten 6.       Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 wacana Pelabelan dan Iklan Pangan 7.       Kep. Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.   KEP.01/M...