Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2019

Budidaya Ikan Mas (Cyprinus Carpio)

Budidaya ikan mas ( Cyprinus carpio   L.) telah usang berkembang di Indonesia. Selain gampang juga peluang perjuangan ikan mas cukup menjanjikan. Permintaan pasarnya tinggi, namun pasokan rendah. Keadan ini mengakibatkan harga ikan mas cukup menguntungkan. Budidaya ikan mas dilakukan dalam beberapa tahapan. Pematangan Gonad di kolam tanah Pematangan gonad ikan mas sanggup dilakukan di kolam tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan selama 2 – 4 hari dan perbaiki seluruh bab kolam; isi air setinggi 50 – 70 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 200 kg induk; beri pakan pelengkap (pelet) sebanyak 3 persen/hari. Pematangan di kolam air deras Pematangan gonad juga sanggup dilakukan di kolam air deras. Caranya, siapkan kolam air deras ukuran 30 m2; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 60 – 80 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 150 kg induk; beri pakan pelengkap (pelet) sebanyak 3 persen/hari. Catatan : induk jantan dan betina dipelihara te

Participatory Rural Appraisal (Pra)

Participatory Rural Appraisal (PRA) merupakan pendekatan jadwal yang mulai dikembangkan pada awal dekade 1990-an.  Saat ini PRA dikembangkan dan diaplikasikan dalam pengembangan program-program di aneka macam negara di dunia termasuk Indonesia, dengan dasar pemikiran bahwa keberhasilan suatu pendekatan pengembangan  masyarakat perlu benar-benar melibatkan masyarakat itu sendiri. Program pembangunan masyarakat dimana lebih banyak direncanakan oleh pemerintah/lembaga penyelenggara jadwal tanpa melibatkan masyarakat yang menjadi pelaku utama pembangunan (top-down) maka  proses perencanaan pembangunan dengan  cara itu  mengakibatkan: Program pembangunan tidak menyentuh kepentingan masyarakat yang sesungguhnya. Keterlibatan masyarakat hanya sebagai pelaksana bukan sebagai pemilik jadwal sehingga dukungannya kecil Masyarakat hanya sebagai pelaksana akan mengakibatkan kurangnya kemandirian dan keberlanjutan program, sebab masyarakat tergantung pada pihak luar. Dalam me

Penanganan Hama Dan Penyakit Pada Ikan Tambakan

H ama Pengganggu dan Pemberantasannya             Hama dikenal sebagai pemangsa (predator) merupakan organisme hidup yang bisa terdiri dari binatang air ataupun binatang darat.  Hama yang umum ditemukan antara lain ular air, bulus (kura-kura), biawak, sero (lingsang), kodok dan burung. Pemberantasan yang paling efektif yaitu dengan cara mekanik atau dengan membunuhnya secara pribadi jikalau kebetulan ditemukan dilokasi.  Cara lain yaitu dengan memasang perangkap (ranjau) bagi jenis hama tertentu serta memasang umpan yang telah dicampur dengan racun. Selain hama, terdapat pula sekelompok binatang yang sanggup digolongkan kedalam insekta air.  Kelompok binatang ini banyak ditemukan pada areal pembenihan dan pendederan ikan, terutama menyerang serta memangsa telur dan benih ikan yang masih kecil.  Berikut diantara insekta air yang sering ditemukan pada kolam pembenihan atau pendederan ikan tambakan. a.       Kini-kini Kini-kini hidup dibawah permukaan air, berasal dari capun