Skip to main content

Mesin Penarik Tali Kerut Jaring Purse Seine (Kapstan) Bertenaga Hidrolik



TUJUAN DAN MANFAAT PENERAPAN TEKNOLOGI

Alat Bantu Mesin Penangkapan Mesin Penarik Tali Kerut Jaring Purse Seine (Kapstan) Bertenaga Hidrolik yaitu merupakan alat bantu yang dipakai dalam operasi penangkapan ikan untuk membantu memperingan, mempermudah nelayan skala kecil dan menengah dalam proses penarikan tali kerut jaring purse seine yang biasa ditarik dengan tenaga diesel eksklusif yang kurang aman, tidak simpel dan tidak efektif. Dengan memakai mesin penarik sistem tenaga hidrolis, maka tali kerut tali sanggup ditarik dengan sangat aman, mudah, praktis, ringan dan lebih cepat sehingga sanggup melaksanakan operasi penangkapan lebih banyak.


1.   Persyaratan Teknis Penerapan Teknologi

Teknologi Alat Bantu Mesin Penangkapan berupa Mesin Penarik Tali Kerut Jaring Purse Seine (Kapstan) Bertenaga Hidrolik yaitu merupakan alat bantu penangkapan yang dirancang hanya untuk tali kerut jaring pada pengoperasian alat penangkapan ikan purse seine khususnya ukuran mini purse seine berukuran panjang jadi <400meter, dalam jaring teregang maksimal 90meter, dan berat beban penarikan jaring di dalam air ±1.000 kg yang dioperasikan oleh kapal secara melingkar terhadap gerombolan ikan pada tempat penangkapan dengan kedalaman perairan yang sesuai sebagai upaya semoga alat tangkap dan proses penarikan jaring sanggup dioperasikan secara efektip dan efisien.

2.   Sarana apung (kapal) dan peralatan yang perlu disiapkan :

Di dalam pemasangan alat bantu mesin penarik ini, jenis kapal dan peralatan /permesinan yang dibutuhkan yaitu :

§      Hanya diperuntukan bagi kapal penangkapan ikan jenis mini purse seine jenis operasi satu kapal, dengan kapal berukuran 10 – 25GT (khusus untuk ukuran desain mesin penarik menyerupai tersebut dalam spesif ikasi desain).

§      Ukuran utama / dimensi kapal yang direkomendasikan : Panjang Kapal (LOA) = 15 – 17 meter

Lebar Kapal (B) = 4 – 5 meter

Tinggi kapal (H) = 1,50 - 1,75 meter ; Draft Kapal (D) = 0,5 – 1 meter

§     Harus ada motor diesel penggagas pompa hidrolik sebagai sumber tenaga sistem hidraulik (menyatu dalam unit kotak tangki), baik berupa diesel independent (stasioner) atau dipasang (dikopel) terhadap motor induk penggagas kapal.

3.   Cara Penerapan Teknologi

§     Mempersiapkan posisi kedudukan mesin penarik di atas geladak haluan pada sisi lambung kanan atau kiri tergantung kebiasaan operasi pelingkaran jaring purse seine yang dilakukan (tiap tempat sanggup berbeda).

§   Mempersiapkan dan menyesuaikan posisi penempatan konstruksi mesin penarik tali kerut sesuai tata letak geladak (Deck Lay Out) kapal yang ada.

§   Memasang dan atau menambahkan balok-balok penguat fondasi mesin penarik terhadap balok galar geladak kapal yang sudah ada.

§   Memasang dudukan kapstan gardan pada bekas dudukan usang dengan adaptasi penambahan balok-balok penegar penguat dan pembautan geladak.
§       Memasang kapstan gardan di atas dudukan dengan pengikatan baut.

§   Memasang dudukan diesel penggerak, kotak pompa pada geladak tengah agak kebelakang dengan penambahan balok penegar penguat dan pembautan geladak, serta memasang diesel penggagas dan kotak pompa disambung kopel pada fondasi dudukannya, pengikatan baut.


 
 Gambar Posisi Mesin Penarik Tali Kerut Pada Kapal Mini Purse Seine
 

§    Memasang pipa-pipa susukan tekan dan susukan kembali menyusur geladak dan bulwak bab dalam, pengikatan klem plat, memasang flexible hose pada ujung pipa susukan tekan dan susukan kembali, dan pada komponen system hydraulic (saluran tekan pompa, motor hydraulic, dan control valve).

4.   Tahapan pengoperasian :

§     Operasi penarikan tali kerut memakai mesin penarik dilakukan sesegera mungkin sesudah jaring purse seine final ditebar dengan cara melingkari gerombolan ikan permukaan.

§    Penarikan harus secepat mungkin selama beban terasa ringan, namun harus diperlambat bila tampak sebagian pelampung ikut tertarik karam ke bawah air.

§     Penarikan harus segera diperlambat untuk lalu tidak boleh pada ketika rangkaiaan cincin sudah naik seluruhnya ke permukaan air di sisi lambung kapal.

 
Gambar 1. Ilustrasi Penarikkan Tali Kerut Purse seine Paska Penebaran Jaring



Desain Mesin Penarik Tali Kerut Purse Seine (Kapstan) Bertenaga Hidrolik



Gambar 2. Desain Mesin Penarik Tali Kerut Purse Seine (Kapstan) Bertenaga Hidrolik


Sumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP 

Popular posts from this blog

Ikan Tenggiri

Ikan tenggiri аdаlаh termasuk golongan ikan pelagis dan salah satu ikan berdaging putih уаng disukai оlеh masyarakat dunia, disebabkan оlеh rasa dan baunya khas.  Ikan іnі termasuk dalam marga Scomberomorus dеngаn famili Scombridae уаng јugа mаѕіh kerabat dekat dеngаn ikan tuna, ikan tongkol, ikan madidihang, dan ikan kembung. ikan ternggiri јugа dikenal рulа dеngаn nama sapnish mackerel, nаmun nama tеrѕеbut berbeda-beda dі ѕеtіар daerah.  Orang india menyebutnya ikan anjai, dі Filipina lebih dikenal dеngаn nama dillis, dan dі Thailand erat dеngаn istilah ikan thuinsi.  IKAN TENGGIRI Ikan tenggiri Mеrеkа banyak ditemukan dі perairan beriklim sedang dan tropis, sebagian besar tinggal dі ѕераnјаng pantai atau bahari lepas.  Banyak spesies dibatasi dalam rentang distribusi mеrеkа dan hidup dalam populasi уаng terpisah atau stok ikan bеrdаѕаrkаn geografi. Dі Indonesia ikan tenggiri paling banyak ditemukan dі Gorontalo.  Ukuran ikan tenggiri...

4 Hal Harus Dilakukan Untuk Pengembangan Budidaya Tambak Udang Berkelanjutan Di Indonesia

4 Hal Harus Dilakukan untuk Pengembangan Budidaya Tambak Udang Berkelanjutan di Indonesia - Indonesia yaitu negara besar dengan luas 8,7 juta km2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau, menyebar sepanjang khatulistiwa, di antara benua Asia dan Australia . Indonesia mempunyai 800.000 ha daerah potensial untuk budidaya tambak udang yang 360.000 ha di antaranya telah dikembangkan untuk perikanan budidaya . Lebih dari 30% lahan tersebut untuk budidaya tambak udang. Kendala utama ketika ini untuk budidaya udang berkelanjutan adalah: degradasi lingkungan akhir polusi internal dan eksternal, tidak efektifnya perencanaan pesisir dalam penggunaan lahan, desain teknis dan tata letak tambak udang yang buruk, dan administrasi budidaya yang tidak benar. Ancaman utama yang terbesar yaitu dengan adanya perkembangan industri yang begitu pesat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalkan beberapa persoalan tersebut. Terdapat 4 rekomendasi yang p...

Pengemasan Produk Perikanan

PENGERTIAN Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap materi pangan, supaya materi pangan baik yang belum maupun yang telah mengalami pengolahan, sanggup hingga ke tangan konsumen dengan “selamat” (secara kuantitas & kualitas). DASAR HUKUM PENGEMASAN PRODUK HASIL PERIKANAN 1.       UU No. 7 Tahun 1996 wacana Pangan 2.       UU No. 8 Tahun 1999 wacana Perlindungan Konsumen 3.       UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan dan UU No. 45 Tahun 2009 tentang: Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan 4.       UU RI No. 15 Tahun 2001 wacana Merk 5.       UU No. 14 Tahun 2001 wacana Paten 6.       Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 wacana Pelabelan dan Iklan Pangan 7.       Kep. Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.   KEP.01/M...