Skip to main content

Teknologi Pengolahan Crackers Bandeng



Crackers bandeng merupakan salah satu alternative cemilan kaya protein berbahan dasar terigu dan ikan bandeng, proses pengolahannya dicetak secara manual dan dipanggang. Produk ini dikonsumsi pribadi sebagai cemilan.


Bahan:
Ø  
Lumatan daging ikan bandeng
60 g
Atau tepung ikan 15 g
Ø  
Tepung terigu
210 g

Ø  
Tepung tapioca
90 g

Ø  
Margarin
45 g

Ø  
Mentega putih
45 g

Ø  
Susu bubuk
45 g

Ø  
Gula halus
105 g

Ø  
Garam
4,5 g

Ø  
Minyak goring
30 g
(Ditimbang)
Ø  
Fermipan/ragi kue
0,6 g
(dilarutkan dengan sedikit air hangat)
Ø  
Soda camilan elok bubuk
0,6 g

Ø  
Vanili bubuk
0,2 g
(diaduk dengan daging ikan bandeng)
Ø  
Air
± 90 ml
(ditambahkan sampai campuran kalis)

Bahan pengisi lapisan:
Ø  
Tepung terigu
90 g

Ø  
Margarin
30 g

Ø  
Garam
1,2 g


Peralatan:
Ø  
Mixer


Ø  
Timbangan


Ø  
Piring kecil


Ø  
Sodet plastic


Ø  
Penggiling


Ø  
Platik lebar 1 meter


Ø  
Loyang stainless steel


Ø  
Kuas kecil


Ø  
Oven



Cara pengolahan:
1.       Ikan bandeng dipisahkan dagingnya;
2.       Penimbangan bumbu-bumbu;
3.       Proses mixer margarin, mentega dan garam selama 5 menit;
4.       Campurkan daging ikan bandeng ke dalam campuran dan tambahkan vanili bubuk, tepung terigu, susu, soda kue, minyak goring, dan fermipan;
5.       Tambahkan air bertahap sampai campuran menjadi kalis;
6.       Diamkan dan tutup campuran dengan kain berair selama 30 menit;
7.       Siapkan materi pengisi, tepung terigu margarin dan garam aduk sampai homogeny;
8.       Penipisan campuran dasar dengan alat penggiling;
9.       Pengisian setengah materi dengan materi pengisi. Ulangi pengisian sebanyak dua kali;
10.   Diamkan campuran selama 10 menit;
11.   Cetak dan bentuk campuran sesuai yang diinginkan;
12.   Panggang dengan suhu 1500 selama 7 menit, atau 1750 selama 5 menit, atau 2000 selama 3 menit;
13.   Crackers bandeng siap disajikan.

Skema pengolahan crackers bandeng:



Sumber: Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP)

Popular posts from this blog

Ikan Tenggiri

Ikan tenggiri аdаlаh termasuk golongan ikan pelagis dan salah satu ikan berdaging putih уаng disukai оlеh masyarakat dunia, disebabkan оlеh rasa dan baunya khas.  Ikan іnі termasuk dalam marga Scomberomorus dеngаn famili Scombridae уаng јugа mаѕіh kerabat dekat dеngаn ikan tuna, ikan tongkol, ikan madidihang, dan ikan kembung. ikan ternggiri јugа dikenal рulа dеngаn nama sapnish mackerel, nаmun nama tеrѕеbut berbeda-beda dі ѕеtіар daerah.  Orang india menyebutnya ikan anjai, dі Filipina lebih dikenal dеngаn nama dillis, dan dі Thailand erat dеngаn istilah ikan thuinsi.  IKAN TENGGIRI Ikan tenggiri Mеrеkа banyak ditemukan dі perairan beriklim sedang dan tropis, sebagian besar tinggal dі ѕераnјаng pantai atau bahari lepas.  Banyak spesies dibatasi dalam rentang distribusi mеrеkа dan hidup dalam populasi уаng terpisah atau stok ikan bеrdаѕаrkаn geografi. Dі Indonesia ikan tenggiri paling banyak ditemukan dі Gorontalo.  Ukuran ikan tenggiri...

4 Hal Harus Dilakukan Untuk Pengembangan Budidaya Tambak Udang Berkelanjutan Di Indonesia

4 Hal Harus Dilakukan untuk Pengembangan Budidaya Tambak Udang Berkelanjutan di Indonesia - Indonesia yaitu negara besar dengan luas 8,7 juta km2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau, menyebar sepanjang khatulistiwa, di antara benua Asia dan Australia . Indonesia mempunyai 800.000 ha daerah potensial untuk budidaya tambak udang yang 360.000 ha di antaranya telah dikembangkan untuk perikanan budidaya . Lebih dari 30% lahan tersebut untuk budidaya tambak udang. Kendala utama ketika ini untuk budidaya udang berkelanjutan adalah: degradasi lingkungan akhir polusi internal dan eksternal, tidak efektifnya perencanaan pesisir dalam penggunaan lahan, desain teknis dan tata letak tambak udang yang buruk, dan administrasi budidaya yang tidak benar. Ancaman utama yang terbesar yaitu dengan adanya perkembangan industri yang begitu pesat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalkan beberapa persoalan tersebut. Terdapat 4 rekomendasi yang p...

Pengemasan Produk Perikanan

PENGERTIAN Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap materi pangan, supaya materi pangan baik yang belum maupun yang telah mengalami pengolahan, sanggup hingga ke tangan konsumen dengan “selamat” (secara kuantitas & kualitas). DASAR HUKUM PENGEMASAN PRODUK HASIL PERIKANAN 1.       UU No. 7 Tahun 1996 wacana Pangan 2.       UU No. 8 Tahun 1999 wacana Perlindungan Konsumen 3.       UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan dan UU No. 45 Tahun 2009 tentang: Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan 4.       UU RI No. 15 Tahun 2001 wacana Merk 5.       UU No. 14 Tahun 2001 wacana Paten 6.       Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 wacana Pelabelan dan Iklan Pangan 7.       Kep. Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.   KEP.01/M...