Skip to main content

Kawin Silang Jenis Mas Koki Mata Normal Dan Mas Koki Mata Teleskop

kawin silang mas koki bermata normal dengan mas koki mata teleskop yang murni akan menghasilkan keturunan pertama yang semuanya bermata normal. Hasil ini menunjukkan, bahwa gen (pembawa keturunan) mata normal lebih secara umum dikuasai dibanding gen mata teleskop.

Jika antar-sesama turunan (inbreeding) pertama (F1) dikawinkan kembali, akan dihasilkan bawah umur ikan mas koki bermata normal dan bermata teleskop dengan perbandingan jumlah masing-masing tiga potongan untuk mata normal, dan sebagian untuk mata teleskop.

Setiap ras mas koki mempunyai kekuatan (dominasi) gen yang berbeda, lantaran itu hasil yang akan diperoleh pada keturunan kedua (F2) tidak akan selalu berbanding 3 dan 1. Karena hasil persilangan antara crusian carp dengan maskoki mata teleskop, pada perkawinan antar keturunan F2 menghasilkan bawah umur mas koki bermata normal dan bermata teleskop dengan perbandingan 15 : 1.

Sedikitnya jumlah anak mas koki mata teleskop disebabkan lantaran pada crusian carp terdapat faktor penghambat timbulnya sifat mata teleskop. Adanya faktor penghambat itu sanggup dijelaskan sebagai berikut.

Pada pola silangan pertama di atas, ialah antara mas koki mata normal dengan maskoki mata teleskop diperoleh genotipe (individu yang mempunyai pembawa sifat/gen) masing-masing AA untuk mata normal dan aa untuk mata teleskop.

Gen A lebih secara umum dikuasai daripada a, maka turunan F1 akan mempunyai genotipe Aa. Karena mengandung gen A, maskoki F1 ini bermata normal.

Mas koki F2 akan mempunyai genotipe AA (mata normal), Aa (mata normal) dan aa (mata teleskop). Masing-masing genotipe yang muncul mempunyai perbandingan jumlah 1 potongan untuk AA, 3 potongan untuk Aa, dan sebagian untuk aa.

Popular posts from this blog

Ikan Tenggiri

Ikan tenggiri аdаlаh termasuk golongan ikan pelagis dan salah satu ikan berdaging putih уаng disukai оlеh masyarakat dunia, disebabkan оlеh rasa dan baunya khas.  Ikan іnі termasuk dalam marga Scomberomorus dеngаn famili Scombridae уаng јugа mаѕіh kerabat dekat dеngаn ikan tuna, ikan tongkol, ikan madidihang, dan ikan kembung. ikan ternggiri јugа dikenal рulа dеngаn nama sapnish mackerel, nаmun nama tеrѕеbut berbeda-beda dі ѕеtіар daerah.  Orang india menyebutnya ikan anjai, dі Filipina lebih dikenal dеngаn nama dillis, dan dі Thailand erat dеngаn istilah ikan thuinsi.  IKAN TENGGIRI Ikan tenggiri Mеrеkа banyak ditemukan dі perairan beriklim sedang dan tropis, sebagian besar tinggal dі ѕераnјаng pantai atau bahari lepas.  Banyak spesies dibatasi dalam rentang distribusi mеrеkа dan hidup dalam populasi уаng terpisah atau stok ikan bеrdаѕаrkаn geografi. Dі Indonesia ikan tenggiri paling banyak ditemukan dі Gorontalo.  Ukuran ikan tenggiri...

4 Hal Harus Dilakukan Untuk Pengembangan Budidaya Tambak Udang Berkelanjutan Di Indonesia

4 Hal Harus Dilakukan untuk Pengembangan Budidaya Tambak Udang Berkelanjutan di Indonesia - Indonesia yaitu negara besar dengan luas 8,7 juta km2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau, menyebar sepanjang khatulistiwa, di antara benua Asia dan Australia . Indonesia mempunyai 800.000 ha daerah potensial untuk budidaya tambak udang yang 360.000 ha di antaranya telah dikembangkan untuk perikanan budidaya . Lebih dari 30% lahan tersebut untuk budidaya tambak udang. Kendala utama ketika ini untuk budidaya udang berkelanjutan adalah: degradasi lingkungan akhir polusi internal dan eksternal, tidak efektifnya perencanaan pesisir dalam penggunaan lahan, desain teknis dan tata letak tambak udang yang buruk, dan administrasi budidaya yang tidak benar. Ancaman utama yang terbesar yaitu dengan adanya perkembangan industri yang begitu pesat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalkan beberapa persoalan tersebut. Terdapat 4 rekomendasi yang p...

Pengemasan Produk Perikanan

PENGERTIAN Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap materi pangan, supaya materi pangan baik yang belum maupun yang telah mengalami pengolahan, sanggup hingga ke tangan konsumen dengan “selamat” (secara kuantitas & kualitas). DASAR HUKUM PENGEMASAN PRODUK HASIL PERIKANAN 1.       UU No. 7 Tahun 1996 wacana Pangan 2.       UU No. 8 Tahun 1999 wacana Perlindungan Konsumen 3.       UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan dan UU No. 45 Tahun 2009 tentang: Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan 4.       UU RI No. 15 Tahun 2001 wacana Merk 5.       UU No. 14 Tahun 2001 wacana Paten 6.       Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 wacana Pelabelan dan Iklan Pangan 7.       Kep. Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.   KEP.01/M...