Skip to main content

Tehnik Dalam Pembudidayan Belut Untukpembesarannya

TEHNIK DALAM PEMBUDIDAYAN BELUT UNTUKPEMBESARANNYA

 



Budidaya Ternak Belut bahwasanya tidak terlalu sulit. Waktu panennya juga dapat dipersingkat dari 7 bulan menjadi 4 bulan, tergantung pada penanganan pakan dan media.
Secara ringkas, teknis budidaya dan pemeliharaan belut hanya memerlukan perhatian pada memilih lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih,penetasan, pakan serta hama.

KOLAM BUDIDAYA
Kolam budidaya belut terbagi menjadi 4 yaitu :
  1. Kolam pemijahan : berfungsi untuk mengawinkan induk belut yang sudah terpilih.
  2. Kolam pendederan : berfungsi untuk menampung dan membiakkan benih belut yang berukuran 1-2 cm.
  3. Kolam belut remaja : berfungsi untuk menampung dan membiakkan belut yang berukuran 3-5 cm.
  4. Kolam belut konsumsi : terbagi menjadi 2 tahapan yang masing – masing tahapan membutuhkan waktu 2 bulan. Tahap pertama pemeliharaan belut dari ukuran 5-8 cm menjadi ukuran 15-20 cm. Tahap kedua pemeliharaan belut dari ukuran 15-20 cm menjadi 30-40 cm.
BANGUNAN KOLAM
Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama, hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
  1. Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m 2. Untuk kolam belut sampaumur (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m 2 . Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m 2. Untuk kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m 2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
  2. Pembuatan kolam belut sebaiknya dengan kolam dinding yang disemen tapi dasar kolam dibiarkan tanah tanpa diplester.
  3. Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik menyerupai pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong lapisan pertamanya diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk sangkar setebal 10 cm, kemudian diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan materi organik final dibentuk (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), barulah air dialirkan ke dalam kolam secara perlahan-lahan hingga setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa ketika biar hingga menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut dilepaskan ke dalam kolam.
PEMIJAHAN
  1. Biasanya belut yang dipijahkan yaitu belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.
  2. Untuk kolam seluas 1 m2 diisi satu set indukan (1 ekor jantan dan 2 ekor betina). Waktu pemijahan belut diperkirakan berlangsung selama 10 hari sesudah itu gres telur dari belut menetas. Telur akan menetas dan dalam waktu 5-8 hari dan belut berukuran 1,5 – 2,5 cm. Dengan ukuran tersebut, bibit belut diangkat dan ditempatkan pada kolam pendederan untuk untuk di pelihara selama 1 bulan untuk mencapai ukuran 5-8 cm.
PENYIAPAN
  1. Bibit belut yang layak dan siap dipelihara yaitu bibit yang sudah berukuran 5-8 cm. Biasanya sudah berumur sekitar 4 bulan, melalui 2 tahap dengan masing –masing tahapan selama 2 bulan.
  2. Bibit dapat diperoleh dari kolam / kolam pembibitan yang telah atau dapat juga bibit diperoleh dari peternak pembibit yang lain.
  3. Perlakuan dan perawatan bibit, dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin biar tidak banyak yang hilang. Caranya dengan pengairan yang bersih, lebih baik lagi apabila bibit tersebut berada pada air yang mengalir.
PEMELIHARAAN PEMBESARAN
  1. Pemupukan
    Gunakan jerami yang sudah lapuk, berfungsi untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk sangkar juga diharapkan sebagai salah satu materi organik utama (untuk lebih detail lihat artikel pemupukan kolam).
  2. Pemberian Pakan
Bila diharapkan dapat diberi masakan pemanis berupa cacing, kecoa, ulat besar (belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
  1. Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut yaitu menjaga kolam biar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.
sebenarnya tidak terlalu sulit. Waktu panennya juga dapat dipersingkat dari 7 bulan menjadi 4 bulan, tergantung pada penanganan pakan dan media.
Secara ringkas, teknis budidaya dan pemeliharaan belut hanya memerlukan perhatian pada memilih lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, menentukan benih,penetasan, pakan serta hama.

KOLAM BUDIDAYA
Kolam budidaya Ternak belut terbagi menjadi 4 yaitu :
  1. Kolam pemijahan : berfungsi untuk mengawinkan induk belut yang sudah terpilih.
  2. Kolam pendederan : berfungsi untuk menampung dan membiakkan benih belut yang berukuran 1-2 cm.
  3. Kolam belut remaja : berfungsi untuk menampung dan membiakkan belut yang berukuran 3-5 cm.
  4. Kolam belut konsumsi : terbagi menjadi 2 tahapan yang masing – masing tahapan membutuhkan waktu 2 bulan. Tahap pertama pemeliharaan belut dari ukuran 5-8 cm menjadi ukuran 15-20 cm. Tahap kedua pemeliharaan belut dari ukuran 15-20 cm menjadi 30-40 cm.
BANGUNAN KOLAM
Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama, hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
  1. Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m 2. Untuk kolam belut sampaumur (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m 2 . Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m 2. Untuk kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m 2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
  2. Pembuatan kolam belut sebaiknya dengan kolam dinding yang disemen tapi dasar kolam dibiarkan tanah tanpa diplester.
  3. Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik menyerupai pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong lapisan pertamanya diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk sangkar setebal 10 cm, kemudian diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan materi organik final dibentuk (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), barulah air dialirkan ke dalam kolam secara perlahan-lahan hingga setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa ketika biar hingga menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut dilepaskan ke dalam kolam.
PEMIJAHAN
  1. Biasanya belut yang dipijahkan yaitu belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.
  2. Untuk kolam seluas 1 m2 diisi satu set indukan (1 ekor jantan dan 2 ekor betina). Waktu pemijahan belut diperkirakan berlangsung selama 10 hari sesudah itu gres telur dari belut menetas. Telur akan menetas dan dalam waktu 5-8 hari dan belut berukuran 1,5 – 2,5 cm. Dengan ukuran tersebut, bibit belut diangkat dan ditempatkan pada kolam pendederan untuk untuk di pelihara selama 1 bulan untuk mencapai ukuran 5-8 cm.
PENYIAPAN
  1. Bibit belut yang layak dan siap dipelihara yaitu bibit yang sudah berukuran 5-8 cm. Biasanya sudah berumur sekitar 4 bulan, melalui 2 tahap dengan masing –masing tahapan selama 2 bulan.
  2. Bibit dapat diperoleh dari kolam / kolam pembibitan yang telah atau dapat juga bibit diperoleh dari peternak pembibit yang lain.
  3. Perlakuan dan perawatan bibit, dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin biar tidak banyak yang hilang. Caranya dengan pengairan yang bersih, lebih baik lagi apabila bibit tersebut berada pada air yang mengalir.
PEMELIHARAAN PEMBESARAN
  1. Pemupukan
    Gunakan jerami yang sudah lapuk, berfungsi untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk sangkar juga diharapkan sebagai salah satu materi organik utama (untuk lebih detail lihat artikel pemupukan kolam).
  2. Pemberian Pakan Bila diharapkan dapat diberi masakan pemanis berupa cacing, kecoa, ulat besar (belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
  3. Pemeliharaan Kolam dan Tambak Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut yaitu menjaga kolam biar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun


https://wikiperikanan.blogspot.com//search?q=budidaya-ternak-belut

Popular posts from this blog

Pengemasan Produk Perikanan

PENGERTIAN Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap materi pangan, supaya materi pangan baik yang belum maupun yang telah mengalami pengolahan, sanggup hingga ke tangan konsumen dengan “selamat” (secara kuantitas & kualitas). DASAR HUKUM PENGEMASAN PRODUK HASIL PERIKANAN 1.       UU No. 7 Tahun 1996 wacana Pangan 2.       UU No. 8 Tahun 1999 wacana Perlindungan Konsumen 3.       UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan dan UU No. 45 Tahun 2009 tentang: Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan 4.       UU RI No. 15 Tahun 2001 wacana Merk 5.       UU No. 14 Tahun 2001 wacana Paten 6.       Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 wacana Pelabelan dan Iklan Pangan 7.       Kep. Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.   KEP.01/M...

Budidaya Udang Galah

A. PENDAHULUAN   Udang galah ( Macrobrachium rosendergii, de Man) atau juga dikenal dengan Giant Tiger Prawn termasuk golongan krustase dari famili Palaemonidae, merupakan jenis yang terbesar ukurannya dibandingkan udang-udang air tawar lainnya. Udang yang diklaim merupakan udang orisinil oleh India dan Indonesia ini merupakan salah satu jenis udang yang semakin terkenal alasannya rasanya yang lezat, ukurannya cukup besar, dan gampang dibudidayakan. Menu dari udang ini umumnya dalam bentuk utuh (komplit dengan kepala atau head-on ); berbeda dengan jenis udang lain yang sering disajikan dalam bentuk tanpa kepala ( headless ). Mengapa demikian, bukan tanpa alasan; rupanya pada penggalan kepala itulah ada kandungan steroid, yang bermanfaat meningkatkna kebugaran tubuh kita. Kepopuleran di negeri kita diawali dengan dibukanya rumah makan khusus udang galah oleh Mang Engking di Sleman, Yogyakarta, di lahan budidaya udangnya. Dimulainya perjuangan rumah makan khusus udang galah...

Strategi Persidatan, Analisa Dan Harga Sidat (Unagi) Di Jepang

Strategi Persidatan, Analisa dan Harga Sidat (Unagi) di Jepang Menelaah kondisi dan taktik persidatan di Indonesia, sambil merencanakan sistem produksi 20 ton per tahun, sebagai konsultan sistem akal daya sidat. Berikut ini beberapa perencanaan dan taktik yang saya perhitungkan. Dengan adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, ihwal larangan Pengeluaran Benih Sidat Dari Wilayah Negara Republik Indonesia, ke Luar Wilayah Negara Republik Indonesia NOMOR PER. 18/MEN/2 009. Ukuran dan benih sidat yang dihentikan adalah: Benih ialah ikan dalam umur, bentuk, dan ukuran tertentu yang belum dewasa. Benih sidat ialah sidat kecil dengan ukuran panjang hingga 35 cm dan/atau berat hingga 100 gram per ekor dan/atau berdiameter hingga 2,5 cm. Jadi ada batasan berat 100 gram, atau diameter s/d 2,5 cm, dan panjang 35 cm. Hal itu memungkinkan perkembangan pemeliharaan sidat dalam negeri hingga ukuran (100...