Skip to main content

Pencegahan Hama Dan Penyakit Pada Belut


HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT BELUT
          Karena belut mempunyai beberapa keistimewaan mulai dari sex dan perkembangbiakan serta daerah / habitat hidup yang berada dalam tanah dengan menciptakan lobang / sarang , mengakibatkan ikan ini ( belut ) sulit terinfeksi oleh penyakit maupun hama, bahkan belut merupakan Pest, Competitor serta sebagai Predator bagi ikan ikan air tawar lainnya.
Sampai ketika ini belum ada tumpuan / literature yang mengindentifikasi wacana Hama dan Penyakit yang menyerang belut, dan tidak jarang terjadi hama/predator sebangsa atau jenis crusteceae yang berfungsi sebagai patogen pembawa penyakit menjadi makanan empuk bagi ikan ini (belut).
          Dari hasil pengamatan pengalaman dilapangan penyebab ajal belut mendadak atau belut mengalami ajal yang cepat, disebabkan hanyalah lantaran factor perlakuan/penanganan ketika penangkapan atau panen, yang menjadikan belut sering stress (penurunan system kekebalan tubuh), hilangnya keseimbangan serta produksi Mucus  pada badan yang tidak normal. 
TINDAKAN PREVENTIF UNTUK MENCEGAH KEMATIAN BELUT
KEADAAN/ KONDISI
PENYEBAB/DIAGNOSA
PENCEGAHAN
KEMUNGKINAN PENCEGAHAN SECARA ALAMI
 Stress
Dalam melaksanakan penangkapan / panen dialam sering menggunakan alat yang sanggup melukai atau racun dari getah flora dan sejenis belerang.
*Hindarkan terjadinya iritasi atau luka ketika melaksanakan penangkapan / panen.
*Jangan biasakan melaksanakan penangkapan belut dengan materi beracun atau sejenisnya yang juga sanggup merusak kelestarian/
lingkungan.
*Setelah melaksanakan penangkapan / panen tempatkan belut dalam kolam penanmpungan yang terlindung cahaya dan banyak kandungan oksigen.
* Kalau terjadi luka /iritasi sanggup diberi anti septic dengan daun sirih atau dengan merendam dalam larutan FK
* Jika menangkap dengan mempergunakan getah akar sesudah ditangkap segera masukan kedalam air yang jernih dan banyak mengandung oksigen .
DAFTAR PUSTAKA
B. Sarwono, 1987. Budidaya Belut dan Sidat  Seri Perikanan   XVIII/77/87. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
Departemen Pertanian, 1984.  Penyakit Ikan Air Tawar  oleh Badan Pendidikan Latihan dan Penyuluhan Pertanian, Jakarta.
Gufri dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Belut Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.
R.H.Simanjuntak B.Sc.1988. Budidaya Belut. Penerbit Bhratara Karya Aksara Jakarta  1988.

Popular posts from this blog

Jenis Dan Ukuran Tongkang Kerikil Bara

JENIS DAN UKURAN TONGKANG BATU BARA - Perlu di ketahui salah satu jenis Tongkang ialah tongkang untuk memuat batubara. Dan Pada Perkembangannya Tongkang batubara mempunyai Ukuran dan jenis yang berlainan. Baca Juga ; - Mengenal Tongkang - Kapal Tugboat - Kapal Tugboat Sungai JENIS DAN UKURAN TONGKANG BATU BARA kapal tugboat dan tongkang Ada bеbеrара jenis tongkang (barge) kerikil bara, tergantung dаrі ukuran dan daya muat masing-masing tongkang,  Baca Juga ; -  Mengenal Bagian Kamar Mesin Kapal -  Dinamika Kapal -  Tank Cleaning Pada Kapal -  Fin Stabilizer -  MT KNOCK NEVIS DAN SEJARAHNYA jenis tersebut antara lain ; - уаng berukuran 180 feet dараt memuat kurаng lebih 5.000 ton kerikil bara, dan  - уаng berukuran 270 feet (feet jumbo) dараt memuat 8.000 ton kerikil bara, ѕеdаngkаn - уаng berukuran 300 feet ѕаmраі 330 feet dараt memuat 10.000 ton ѕаmраі 12.000 ton kerikil bara. Tong...

Pengemasan Produk Perikanan

PENGERTIAN Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap materi pangan, supaya materi pangan baik yang belum maupun yang telah mengalami pengolahan, sanggup hingga ke tangan konsumen dengan “selamat” (secara kuantitas & kualitas). DASAR HUKUM PENGEMASAN PRODUK HASIL PERIKANAN 1.       UU No. 7 Tahun 1996 wacana Pangan 2.       UU No. 8 Tahun 1999 wacana Perlindungan Konsumen 3.       UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan dan UU No. 45 Tahun 2009 tentang: Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 wacana Perikanan 4.       UU RI No. 15 Tahun 2001 wacana Merk 5.       UU No. 14 Tahun 2001 wacana Paten 6.       Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 wacana Pelabelan dan Iklan Pangan 7.       Kep. Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.   KEP.01/M...

Ikan Tenggiri

Ikan tenggiri аdаlаh termasuk golongan ikan pelagis dan salah satu ikan berdaging putih уаng disukai оlеh masyarakat dunia, disebabkan оlеh rasa dan baunya khas.  Ikan іnі termasuk dalam marga Scomberomorus dеngаn famili Scombridae уаng јugа mаѕіh kerabat dekat dеngаn ikan tuna, ikan tongkol, ikan madidihang, dan ikan kembung. ikan ternggiri јugа dikenal рulа dеngаn nama sapnish mackerel, nаmun nama tеrѕеbut berbeda-beda dі ѕеtіар daerah.  Orang india menyebutnya ikan anjai, dі Filipina lebih dikenal dеngаn nama dillis, dan dі Thailand erat dеngаn istilah ikan thuinsi.  IKAN TENGGIRI Ikan tenggiri Mеrеkа banyak ditemukan dі perairan beriklim sedang dan tropis, sebagian besar tinggal dі ѕераnјаng pantai atau bahari lepas.  Banyak spesies dibatasi dalam rentang distribusi mеrеkа dan hidup dalam populasi уаng terpisah atau stok ikan bеrdаѕаrkаn geografi. Dі Indonesia ikan tenggiri paling banyak ditemukan dі Gorontalo.  Ukuran ikan tenggiri...